Dwi Catering

Minggu, 06 Januari 2013

Warungkitit: ♫•*¨*•.¸♫•*¨*•.¸ Warungkitit ¸.•*¨*•♫ ¸...

#Sejarah_tentang_kopi

Sudah sekian lama kopi menjadi pendamping setia yang menemani anda dari sekedar nongkrong hingga diskusi, baik tongkrongan highclass sampai lowclass, tongkrongan mahasiswa maupun kantin pesantren.
Kitapun sering mendengar varian olahan biji kopi mulai yang aneh di telinga seperti espresso, black coffee, cappuccino, coffee latte, mochacino, brullecino, dan chocolate mint latte sampai yang ramah di telinga seperti kopi ireng atau kopi tubruk.
Pada dasarnya biji kopi yang popular itu hanya ada dua, robusta dan arabika. Yang disebut terakhir ini merupakan biji kopi terbaik di dunia, karena memang tanaman kopi itu berasal dari tanah Arab dan kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab “QAHWAH” yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.
Kata qahwah kemudian menjadi popular di eropa sebagai “KAHVEH” yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi “KOFFIE” dalam bahasa Belanda. Nah, Penggunaan kata koffie inilah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang kita kenal saat ini.

Dari sekian banyak hal mengenai kopi yang kita ketahui, sudah tahukah anda bahwa sang penemu kopi di tanah arab itu adalah seorang ulama besar sufi yang terkenal, beliau adalah #Syeikh_Ali_bin_Umar_as_Syadzili_al_yamani yang di Indonesia dikenal sebagai #Syekh_Abul_Hasan_as_Syadzili. Kepada beliaulah thariqah as #Syadziliyah dinisbatkan.

Nah Kaitan beliau dengan Kopi ini berawal dari perjalanan beliau ketika hendak beruzlah. Konon ketika beliau dalam perjalanan untuk uzlah dan khalwat atau mengasingkan diri dari segala hiruk pikuk bisingnya dunia agar bisa lebih memusatkan perhatian, hati dan pikiran untuk Allah semata, beliau terus berjalan sepanjang hari, kemudian ketika malam hari datang, beliau tiba di suatu daerah yang lebat dengan pepohonan. Bahkan dipenuhi pula dengan hewan liar dan buas. Maka Syekh Ali bin Umar as Syadzili memutuskan untuk memanjat suatu pohon yang tinggi agar tidak terkena serangan binatang buas. Ternyata setelah beliau sampai diatas, beliau menemukan pohon tersebut dipenuhi dengan buah buahan yang berupa biji bijian kecil. Lantas beliau mengambilnya dan memakannya, anehnya beliau tidak merasakan kantuk sama sekali sepanjang malam. Dan ketika pagi menjelang, beliau mengambil kembali beberapa dari biji biji tersebut untuk dimakan didalam perjalanannya, dengan tujuan untuk menghilangkan rasa kantuk. Dan ketika biji2 tersebut mulai kering, beliau tidak langsung memakannya, melainkan memanggangnya terlebih dahulu diatas api dan kemudian menyeduhnya dengan air dan meminum air seduhan tersebut. Dan akhirnya menyebarlah minuman kopi sampai sekarang dan menjadi minuman terpopuler dijagad ini. Di jawa kita biasa menyebutnya wedang kopi, di medan disebut kupi, di aceh kalau dicampur dengan susu disebut sanger, tapi kalau di tanah arab selain gahwah kita juga mengenal secangkir minuman kopi dengan istilah finjan as Syadzili sebagai bentuk penghormatan kepada imam abi al hasan as Syadzili sebagai sang penemu pertama.
Setelah sekian lama minuman kopi dikenal di bumi Arabia, terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai hukumnya, beberapa ulama berpendapat tentang keharaman kopi dan sebagian mereka menghalalkannya. Perbedaan ini terus berlanjut hingga terjadi perdebatan sengit antar ulama dan fitnahpun beredar di negeri syam. Lantas hal tersebut dihentikan oleh syekh abdul ghoni an nabulisi dengan berfatwa akan kehalalannya lalu beliau bersyair dengan dua bait syair
قهوة البن حلال…قد نهى الناهون عنها
كيف تُدعى بحرام…وأنا أشرب منهـــــا
“ biji kopi itu halal, sungguh mereka para pelarang telah melarangnya
Bagaimana bisa mereka menyatakan hal itu haram sedangkan aku meminumnya”
Dan akhirnya pendapat Syekh Abdul ghani tersebut dikuatkan oleh salah seorang ulama yang telah bermimpi bertemu Baginda Rasulullah saw lantas beliau menanyakan perihal perkara kopi tersebut, bagaimanakah hukumnya?, lantas Rasulullah saw menjawab “ malaikat akan terus senantiasa memintakan ampun bagi si peminum kopi selama aroma rasa kopi tersebut masih tersisa di mulutnya. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar